DEFINE
Cara kerja, aturan, contoh, dan template ditulis menjadi satu skill.
AICOPS — Hasil dari Pemanfaatan AI sebagai Assistant
Bukan teori AI, ini soal cara memakai AI sebagai assistant sampai hasilnya nyata
AI assistant yang saya gunakan dalam workflow kerja
AICOPS adalah salah satu hasilnya — sekarang kita lihat bagaimana assistant ini bekerja
Perubahannya bukan pada AI-nya — tetapi pada bagaimana AI ditempatkan dalam workflow
Model memberikan intelligence — lapisan di sekitarnya membuatnya menjadi assistant
Bukan semua feature yang penting — tetapi bagaimana kemampuan ini dipakai untuk pekerjaan nyata
Cara kerja, aturan, contoh, dan template ditulis menjadi satu skill.
Skill digunakan kembali ketika pekerjaan yang sesuai muncul.
Workflow yang sudah didefinisikan dapat digunakan kembali oleh pekerjaan atau anggota tim lain.
Knowledge kerja dapat diubah menjadi workflow yang reusable
Pekerjaan bisa berlanjut tanpa membangun konteks dari awal
Cara kerja tidak hanya dijelaskan — tetapi menjadi konteks yang selalu tersedia
Jadwal dapat ditentukan dengan bahasa biasa — misalnya setiap Senin pagi.
Tentukan pekerjaan yang harus dilakukan dan ke mana hasilnya dikirim.
Tugas berjalan sesuai jadwal, hasilnya tersimpan, dan kegagalan dapat ditangani kembali.
Pekerjaan rutin berubah dari aktivitas manual menjadi proses yang berjalan sendiri
Pekerjaan dapat dipecah, dijalankan paralel, lalu dirangkum menjadi satu hasil
Bukan mengulang pekerjaan — tetapi membuat cara untuk mengerjakannya
AI tidak berdiri sendiri — akses ke sistem dapat diberikan sesuai kebutuhan dan aturan
Membaca halaman untuk menemukan informasi dan elemen yang dibutuhkan.
Mengisi form, berpindah halaman, dan menjalankan alur kerja web yang berulang.
Bekerja pada browser di environment yang disediakan dengan akses yang sudah diberikan.
Aplikasi tanpa API tetap dapat menjadi bagian dari workflow AI
Interaksi menjadi lebih natural — tanpa harus memahami tools di belakangnya
Be direct without being cold. Admit uncertainty plainly. Push back on bad ideas.
| Yang biasanya dikhawatirkan | Pengamannya |
|---|---|
| Agent mengubah file yang salah | Checkpoints — perubahan dapat disnapshot dan dikembalikan |
| Aksesnya terlalu luas | Toolset dan permission dapat dibatasi sesuai kebutuhan |
| Data internal keluar tanpa kontrol | Provider dan jalur akses dapat ditentukan sesuai kebutuhan |
| Subagent melakukan hal di luar konteks | Subagent memiliki konteks dan capability yang dibatasi |
Hermes bukan pengganti Claude — Hermes adalah cara lain untuk menggunakan model AI dalam workflow kita
| Kebutuhan | Pakai | Alasannya |
|---|---|---|
| Kerja harian, dokumen, diskusi | Claude Desktop | Siap digunakan, tanpa setup dan pemeliharaan sendiri |
| Divisi non-teknis mulai mencoba | Claude Desktop | Lebih sederhana untuk mulai digunakan |
| Agent berjalan terjadwal | Hermes | Dapat berjalan di environment yang kita kendalikan |
| Berinteraksi dengan sistem internal | Hermes | Dapat ditempatkan dekat dengan sistem dan tools yang dibutuhkan |
| Workflow & tools khusus divisi | Hermes | Behavior, skills, tools, dan workflow dapat dikustomisasi |
| Kebutuhan data & akses yang lebih terkontrol | Hermes | Environment, provider, dan permission dapat ditentukan sesuai kebutuhan |
Bukan mengganti yang sudah ada — tetapi memilih environment sesuai jenis pekerjaannya
Framework-nya sama — yang berubah adalah knowledge, workflow, dan tools tiap divisi
| Yang makan waktu | Yang Hermes kerjakan | Pakai feature |
|---|---|---|
| Review sebelum merge | Membaca perubahan, memeriksa aturan tim, dan merangkum temuan | Delegation + Context Files |
| Masuk kembali ke project lama | Memahami arsitektur dan standar tanpa membangun context dari awal | Context Files + Memory |
| Dokumentasi sering tertinggal | Meninjau perubahan dan merapikan dokumentasi secara berkala | Scheduled Tasks |
| Bug yang berulang | Menjalankan langkah troubleshooting yang sudah didefinisikan | Skills |
| Refactor besar | Memecah pekerjaan, menjalankan bagian-bagiannya, dan menggunakan checkpoint | Delegation + Checkpoints |
| Contoh workflow | Potensi pemanfaatan Hermes | Pakai feature |
|---|---|---|
| Menangani tiket berulang | Membantu mengikuti SOP dan mencari knowledge internal saat menyiapkan respons | Skills + Context Files |
| Pengecekan rutin | Menjalankan checklist dan menyiapkan laporan kondisi sistem secara terjadwal | Scheduled Tasks |
| Input di aplikasi internal | Membantu menjalankan langkah input yang berulang melalui aplikasi web | Browser Automation |
| Mencari informasi dari helpdesk | Membantu membaca tiket dan menyiapkan ringkasan atau draft berdasarkan context yang tersedia | MCP |
| Membutuhkan bantuan saat bekerja | Memberikan akses interaksi melalui voice untuk meminta informasi atau bantuan | Voice + Wake Word |
| Knowledge yang perlu didokumentasikan | Mengubah prosedur yang sudah tervalidasi menjadi skill yang dapat digunakan kembali | Skills |
Ini bukan kondisi IT Support saat ini — melainkan contoh workflow yang dapat dieksplorasi
Framework-nya dapat digunakan kembali — workflow dan knowledge-nya disesuaikan dengan kebutuhan tiap divisi.
| Yang sudah berjalan | Jumlah |
|---|---|
| Modul utama | 5 |
| Agent aktif | 3 |
| Service pendukung di infrastructure | 6 |
| Durasi pengembangan | ± 3 bulan |
| Developer | 1 orang |
Angka di atas menunjukkan hasil yang sudah berjalan — bukan klaim peningkatan produktivitas
| Yang bisa meleset | Yang tetap membutuhkan judgment |
|---|---|
| Arsitektur rapi tetapi tidak cocok dengan constraint kita | Mempersempit scope dan memilih solusi yang paling sederhana |
| Solusi terlalu kompleks untuk masalah kecil | Menentukan batas minimum yang benar-benar dibutuhkan |
| Asumsi terhadap data ternyata salah | Memverifikasi ke sumber asli sebelum melanjutkan |
| Skill dibuat dari prosedur yang belum matang | Merapikan dan memvalidasi prosedur sebelum dijadikan skill |
Semakin meyakinkan hasilnya, semakin penting kita tahu kapan harus memeriksanya.
| Kita | Hermes |
|---|---|
| Memahami konteks bisnis | Menjalankan prosedur |
| Menentukan tujuan & prioritas | Mengerjakan pekerjaan berulang |
| Menilai hasil & trade-off | Menyiapkan analisis & alternatif |
| Mengambil keputusan | Membantu eksekusi |
| Memegang accountability | Bekerja dalam batas yang diberikan |
AI amplifies expertise. It does not replace responsibility.
Yang bisa digunakan kembali bukan hanya AI-nya, tetapi cara kerja di sekitarnya
Pilih saran untuk melihat penjelasan istilah, atau tekan Enter untuk bertanya.